2011/09/25

Pencitraan Bisnis yang Tidak Beretika

Pencitraan Bisnis yang Tidak Beretika

Akhir-akhir ini, persaingan bisnis semakin ketat. Banyak perusahaan-perusahaan memutar otak lebih keras agar produk dan jasanya dapat laku terjual demi memperoleh keuntungan. Bagi perusahaan yang masih baru permasalahannya adalah bagaimana agar produk atau jasanya dapat dikenal dan dapat diterima oleh konsumen?. Sedangkan bagi perusahaan yang sudah lebih dahulu ada yang menjadi masalah adalah bagaimana agar konsumen tidak bosan terhadap produk maupun jasanya dan tidak beralih menggunakan produk-produk dan jasa dari pesaing?.

Tentu saja pertanyaan-pertanyaan di atas ada solusinya. Hal yang umum dilakukan perusahaan adalah menciptakan produk-produk maupun jasa yang bermutu baik serta dapat memenuhi kebutuhan dari konsumennya, hal ini tentu menjadi modal utama. Karena mutu yang baik adalah syarat pertama agar konsumen puas dengan produk dan jasa yang dibelinya, jika tidak maka konsekuensinya adalah produk maupun jasa tersebut akan di tinggalkan.

Setelah menciptakan produk dan jasa dengan mutu yang baik. Hal berikutnya yang dapat dilakukan perusahaan agar produk dan jasanya dapat diterima oleh konsumen adalah dengan mengiklankan produk dan jasanya tersebut, baik melalui media cetak, media internet, radio, maupun lewat media televisi. Hal ini bertujuan agar konsumen dapat mengetahui tentang produk dan jasa yang ditawarkan. Namun seringkali iklan-iklan yang di iklankan oleh perusahaan tersebut tidak beretika karena secara langsung maupun tidak langsung menyinggung atau bahkan menjatuhkan produk pesaingnya.

Misalkan saja pada slogan yang digunakan oleh perusahaan pembuat minuman berenergi EXTRA JOSS(disingkat EJ), "Laki gak minum yang rasa-rasa, laki minum EXTRA JOSS". Slogan ini dapat di kaitkan dengan slogan yang digunakan oleh pesaingnya KUKU BIMA ENERGI (disingkat KBE), "KUKU BIMA ENERGI, ROSA!" -kata rosa yang berati rasa- dapat di simpulkan bahwa EJ mencoba menjatuhkan pesaingnya KBE dengan membuat slogan yang yang mengindikasikan bahwa laki-laki sejati tidak meminum KBE karena memiliki pilihan rasa yang di anggap tidak jantan. Hal ini dianggap kurang beretika karena iklan tersebut menyinggung produk pesaing dan secara sadar dapat penciptakan konflik.

Contoh lain dari pencitraan bisnis yang tidak beretika dapat dilihat dari iklan yang disiarkan di luar negri. Misalkan saja persaingan iklan antara PEPSI dan COCA~COLA. Seringkali iklan yang ditayangkan oleh PEPSI dan COCA~COLA jelas-jelas menampilkan produk pesaingnya dengan tujuan untuk menjatuhkan produk pesaingnya tersebut. Hal ini adalah proyeksi masa depan dari persaingan iklan yang terlalu ekstrim dan tidak beretika yang akan terjadi pada negara kita, jika saja perusahaan-perusahaan yang mengiklankan produknya di media tetap menayangkan iklan-iklan yang menyinggung produk pesaingnya.

Persaigan yang tidak sehat ini tentu saja membuat tidak nyaman bagi konsumen yang menyaksikan iklan-iklan yang mengandung konflik tersebut. Selain itu iklan-iklan tersebut bertentangan dengan budaya timur yang menjunjung tinggi etika dan kesopanan.

Daripada membuat iklan yang menjatuhkan pesaingnya, konsumen lebih mengharapkan bahwa perusahaan tersebut mencitraakan priduknya dengan baik dan tanpa melebih-lebihkan produknya agar konsumen dapat mengenal produk tersebut dari segi komposisi, segi manfaat, peringatan akan pengunaan yang berlebihan serta efek samping dari produk tersebut. Agar konsumen dapat dengan bijak memilih tanpa harus terjebak oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab dengan mengiklankan produknya tanpa memberi informasi yang berimbang mengenai produknya.